28 Apr 2019

Infografis: Belajar Pendidikan dari Finlandia




Finlandia, sebuah negara Nordik di bagian Eropa Utara merupakan salah satu role model dunia dalam mengembangkan sistem pendidikan.


Saat ini, siapa yang tidak kenal Finlandia, sejak hasil ujian internasional Program Penilaian Pelajar Internasional (PISA) keluar pada tahun 2000, negara yang menempatkan remajanya pada peringkat pertama literasi membaca, ketiga dalam ilmu alam, dan keempat dalam bidang matematika.

Mengapa bisa Negeri yang berpenduduk sekitar 6 juta jiwa itu sangat masyhur dengan kemajuan pendidikannya? Semua tidak sekedar membalikan telapak tangan. Banyak proses yang dikembangkan Finlandia untuk menjadikan pendidikannya lebih berkualitas dari negara lain. Dilansir dari berbagai sumber setidaknya ada sejumlah faktor yang membuat standar pendidikan di Finlandia sangat tinggi.

Pertama, tidak menyekolahkan Anak terlalu dini. Tidak hanya di Finlandia sebenarnya, di negara-negara Nordik lain seperti di Denmark dan Swedia, menyakini bahwa usia sebelum 7 tahun adalah usia-usia bermain. Anak-anak dibiarkan tumbuh dan berkembang dengan cara bermain, bersosialisasi, dan berimajinasi. Pendidikan usia dini, 0-5 tahun bersifat pilihan sedangkan pendidikan pradasar bersifat wajib pada usia 6 tahun. Proses belajarnya pun mengutamakan metode belajar sambil bermain. Lha, kok dibeberapa negara banyak anak usia 4,5, dan 6 tahun sudah sekolah? 

Kedua, sistem pendidikan di Finlandia tidak murah, tapi Gratis. Otoritas pendidikan di Finlandia, sepenuhnya dipegang oleh pemerintah dan gratis disediakan untuk seluruh warga negaranya. Fasilitas free ini diantaranya adalah prasarana belajar, makan harian, hingga transportasi bagi mereka yang bertempat tinggal jauh. 

Ketiga, profesi guru amatlah bergengsi dan terhormat, atau bisa dikatakan sejajar dengan profesi seperti dokter hingga pengacara. Guru minimal mereka yang sudah menyelesaikan program master (S2). Bahkan, untuk satu kriteria lainnya adalah mereka yang masuk dalam 10 besar lulusan terbaik dari Universitas. Ya, di negera ini profesi guru sangatlah bergengsi dan elit. Pertahun 2011 Gaji guru dan asisten pra sekolah memiliki rata-rata gaji berkisar  AS$ 30.000 per tahun, atau senilai 450 jutaan dengan kurs dollar pada rupiah saat ini. Bisa dibayangkan bukan?

Keempat, guru memegang otonomi penuh. Negara memberikan definisi yang sangat mudah dalam proses belajar yakni tentang kualitas dan efektivitas pendidikan. Maka, dari itu negara memberikan otonomi secara penuh dan fleksibel kepada guru untuk mengembangkan proses belajar mengajarnya, mulai dari buku, materi, hingga metode. 

Kelima, tidak melulu PR, Ulangan, dan Ujian. Evaluasi siswa dilakukan secara berkelanjutan oleh guru. Bahkan, tidak ada ujian bernilai dan ujian nasional bagi siswa sekolah dasar. Ujian nasional hanya dilakukan sekali, yakni pada pada akhir pendidikan menengah atas. Pekerjaan Rumah (PR) diberikan pada usia remaja saja, itupun jika diperlukan. 

Keenam, sangat Inklusif. Tidak adanya pembedaan antara pembelajar reguler dan pembelajar berkebutuhan khusus. Mereka yang berkebutuhan khusus tidak dipisahkan melainkan, mendapatkan bantuan dan dukungan tambahan yang bertujuan untuk membuka peluang bagi siswa berkebutuhan khusus agar terbiasa dan mampu melanjutkan ke tingkat pendidikan menengah atas. 

Terakhir, mengapa Finlandia layak menjadi role model pendidikan dunia? Jelas jawabannya adalah karena, tujuan utama dari kebijakan pendidikan Finlandia adalah semua warga mendapatkan kesempatan yang sama tanpa terkecuali dalam hal menerima pendidikan, tanpa memperhitungkan usia, tempat tinggal, situasi keuangan, jenis kelamin atau orang tua. Pendidikan dianggap sebagai salah satu hak-hak dasar semua warga negara.

Kunci keberhasilan pendidikan Finlandia, merupakan integrasi dari bijaknya otoritas pendidikan, kompetensi guru yang tinggi, kesabaran melewati proses, toleransi, dan komitmen akan tujuan.

"Pendidikan bukan cuma pergi ke sekolah dan mendapatkan gelar. Tapi juga soal memperluas pengetahuan dan menyerap ilmu kehidupan." - Shakuntala Devi, Penulis

Artikel Terkait

"Jangan pernah berhenti belajar, karena hidup tak pernah berhenti mengajarkan."

This Is The Oldest Page


EmoticonEmoticon